Saturday, December 17, 2016

Mengapa Syiah Memojokkan Saudi Arabia ?

Mengapa Syiah Memojokkan Saudi Arabia ?

Tragedi desak-desakan jamaah haji Kamis 10 Dzuhijjah 1436 H (24/09/15) kemarin merupakan salah satu ujian berat dari Allah Penguasa alam raya ini.


Jutaan jama'ah haji berada di Mina bergerak menuju satu titik ke arah Jamarat untuk melakukan lempar jumrah Aqobah. Dengan BERTALBIYAH, dan BERTAKBIR dalam keadaan BERIHRAM, meniru Nabi besar mereka, sang uswah hasanah dan pimpinan umat ini, Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Namun Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Bijak telah mentaqdirkan, ajal menjemput sebagian para jama'ah yang sedang khusyu' melaksanakan rukun Islam kelima tersebut. Allah taqdirkan mereka wafat di tempat yang suci nan mulia, di tanah haram, dalam keadaan bertakbir, bertalbiyah, dan berihram.

Semoga mereka keluar dari sempi dan panasnya dunia, serta dari berbagai kesulitan dunia ini, menuju kelapangan dan kesejukan akhirat serta meraih nikmat di akhirat. Semoga Allah membangkitkan mereka dalam keadaan bertalbiyah sebagaimana mereka meninggal dalam keadaan bertalbiyah. Ketika salah seorang shahabat ada yang meninggal ketika haji dalam keadaan berihram, beliau memerintahkan untuk tidak menutup kepalanya dan tidak diberi minyak wangi, seraya beliau bersabda :

إنه يبعث يوم القيامة ملبيا

" Sesungguhnya Allah akan membangkitkan dia pada hari kiamat nanti dalam keadaan bertalbiyah."

Semoga Allah memuliakan para jama'ah haji yang wafat, sungguh ini insya Allah merupakan penutup yang baik dan akhir kehidupan yang berbahagia. Semoga keluarganya yang ditinggal diberi kesabaran dan ketabahan.

Semoga para jama'ah yang mengalami cidera dan luka-luka bisa segera sembuh seperti sedia kala.

Pemerintah Saudi Arabia telah berupaya memberikan yang terbaik dalam mencurahkan segala pelayanan demi kenyamanan para jama'ah haji. Sungguh kerja keras Pemerintah Saudi Arabia lebih dari cukup.

Segala upaya pelayanan terbaik telah dilakukan, kerja keras telah dikerahkan, trilyunan riyal telah dikeluarkan, sumber daya manusia yang terbaik kualitas dan kuantitasnya telah diterjunkan, ditambah dengan perhatian besar dari raja, menteri, gubenur, dan para pejabat penting lainnya. Sungguh merupakan khidmat BESAR yang BELUM ADA BANDINGANNYA. Hanya orang-orang dengki dan menyimpan permusuhan sajalah yang mengingkari hal ini.

…………………………

Namun sayang, di tengah musibah Mina tahun ini, yang semestinya membuat kita banyak-banyak introspeksi diri dan banyak beristighfar kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, muncul suara-suara provokasi untuk memojokkan pemerintah Saudi Arabia.

Yang paling keras bersuara dalam hal ini adalah IRAN. Melalui pejabat-pejabat resminya, Iran terang-terangan menghujat Saudi.

Iran terang-terangan menyebut tragedi Mina sebagai kejahatan yang dilakukan otoritas Saudi terhadap para jamaah haji.

"Kami akan mendorong pengadilan internasional dan dunia internasional untuk mulai mengadili Saudi atas kejahatan mereka terhadap jamaah haji," cetus Jaksa Agung Iran Ebrahim Raisi seperti dikutip kantor berita ISNA dan dilansir Reuters, Senin (28/9/2015).

"Ini bukan ketidakmampuan, tapi ini sebuah kejahatan," tegas Raisi kepada televisi setempat, IRIB.

Sebelumnya, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyatakan Arab Saudi harus meminta maaf atas insiden yang terjadi di Mina. " Daripada menuduh ini dan itu, Saudi harus menerima tanggung jawab dan meminta maaf kepada umat Islam dan keluarga korban," kata Khamenei dalam situs resminya, Minggu (27/9).

Iran sangat gencar menebarkan opini guna menjatuhkan kredibilitas Saudi Arabia di berbagai media. Bahkan Sabtu (26/09) kemarin, orang-orang Syi'ah menggelar demo di Teheran memprotes Saudi, sambil meneriakkan yel-yel, "Matilah Dinasti Saudi!!"

Mengapa Iran begitu gencar menciptakan opini bahwa Saudi-lah biang dari tragedi Mina? ADA APA DI BALIK INI?

Padahal di lapangan, para saksi melaporkan bahwa berdesak-desakannya jama'ah haji di Mina bermula ketika ratusan jamaah haji Iran BERGERAK MELAWAN ARUS. Menyusul harian Syarq Ausath melansir pengakuan petugas haji Iran bahwa 300 jamaah haji Iran MENYALAHI aturan gelombang melempar jumrah.

Lebih aneh lagi, ketika media Iran dan Lebanon menuding Pangeran Muhammad Salman Al-Saud sebagai penyebabnya. Yaitu ketika Sang Pangeran tiba di lokasi dengan iring-iringan. Inilah yang menyebabkan arus jama'ah haji terhenti secara tiba-tiba.

Lebih lucu lagi, versi lain menyebutkan bahwa karena kehadiran Raja Salman sendiri….

Sangat kentara sekali jika berita tersebut hanya MENGADA-ADA dan DIPAKSAKAN untuk mencari kambing hitam.

Sementara tidak ada satu pun saksi mata yang menyaksikan kehadiran Pangeran Muhammad Salman atau pun Raja Salman.

Bahkan video yang disebarkan sebagai bukti kehadiran Pangeran Muhammad Salman atau Raja Salman ternyata adalah peristiwa pada tahun 2012 !!

Ini benar-benar mengingatkan kita, bahwa Syi'ah adalah kaum PENDUSTA. Al-Imam asy-Syafi'i rahimahullah telah menegaskan, "Aku tidak pernah melihat pengekor hawa nafsu yang lebih DUSTA ucapannya, dan lebih BERANI BERSAKSI PALSU dibandingkan kaum Rafidhah." (al-Laalika'i 8/1457).

Imam besar kaum muslimin mempersaksikan bahwa Syiah adalah kaum yang paling PENDUSTA.

MENGAPA SYI'AH begitu gencar melakukan propaganda? Apakah memang ini merupakan upaya sistematis untuk menutupi kenyataan di lapangan? Apakah Syi'ah KETAKUTAN jika kenyataan tersebut terungkap ?

Sementara kita tahu, berkali-kali keributan dan kekacauan di musim haji, bahkan sampai membawa korban ribuan nyawa jamaah haji, TERNYATA TIDAK LEPAS DARI SYI'AH IRAN di balik itu semua.

Bahkan kekejaman berdarah di Tanah Haram terhadap jama'ah haji oleh kaum SYI'AH, merupakan fakta kelam yang dicatat oleh sejarah dan disaksikan oleh umat.

……………

Sangat disesalkan, banyak media yang terwarnai dengan Iran, termasuk media-media nasional ternama di negeri ini. Kaum Liberal pun tak ketinggalan ikut menghujat Saudi.

Sehingga tragedi Mina 1436 H, yang sebenarnya merupakan musibah yang bisa diteliti apa sebab musababnya dengan hati yang jernih sekaligus menunjukkan kelemahan manusia sebagai hamba Allah Yang Maha Perkasa, malah bergeser menjadi upaya untuk menjatuhkan kredibilitas Saudi Arabia di mata dunia dan tudingan terhadap Saudi sebagai biang keladinya.

…………………………

Pergeseran ini semakin membuat simpang siur informasi. Pemberitaan di media dan statemen para tokoh sudah tidak murni lagi, tapi sarat dengan kepentingan. Padahal perlu diingat, bahwa:

1. IRAN yang beragama Syiah itu menaruh permusuhan dan kebencian yang sangat besar terhadap kaum muslimin.

Terutama negeri Saudi Arabia, negara Tauhid dan Sunnah. Berkali-kali Syiah berbuat kekacauan, kekerasan, dan aksi berdarah pada musim haji. Salah satu misi utamanya adalah menjatuhkan Saudi Arabia.

Jadi, jangan heran jika dalam tragedi Makkah kali ini, Syiah Iran benar-benar gencar memanfaatkannya untuk kepentingan jahatnya.

2. Syiah sangat berkepentingan dengan internasionalisasi Makkah – Madinah. Sehingga kejadian Mina ini benar-benar dimanfaatkan oleh Iran untuk menuding Saudi tidak cakap mengurus Makkah – Madinah.

3. Terjadi perbincangan di Sosmed tentang adanya niatan IRAN menyusupkan orang-orang dari Asia dan Afrika untuk membawa misi membuat kekacauan pada tempat pelaksanaan haji tahun ini.

Benarkah berita ini? Tentunya Iran sendiri yang bisa menjawabnya.
Namun, jika mengingat :
1.  keyakinan kaum Syiah bahwa taqiyyah adalah bagian penting dalam agamanya, dan
2.  Syiah adalah kaum yang paling berani bersaksi palsu,

Maka sangat besar kemungkinan Syiah akan mengingkari fakta tersebut begitu saja.

4. Dunia telah menyaksikan, pada peristiwa jatuhnya Crane beberapa hari sebelumnya, bagaimana sikap jujur dan sportif ditunjukkan oleh Pemerintah Saudi Arabia. Tanpa tedeng aling-aling, Saudi mengumumkan hasil investigasi, dan memberikan kompensasi yag sangat besar. Untuk itu Saudi Arabia harus mengeluarkan trilyunan riyal.

Padahal Saudi tidak pernah main-main dalam urusan memberikan pelayanan, keamanan, dan kenyamanan terhadap jama'ah haji.

Sekedar penggambaran, berikut tulisan yang tersebar di sosmed menunjukkan kepada kita sejauh mana keseriusan Pemerintah Saudi Arabia dalam memberikan pelayanan haji.

Jamaah haji setiap tahun yang jumlahnya diperkirakan mencapai 4 juta orang, membutuhkan manajemen dan pengelolaan yang ekstra tinggi dan kerja keras tiada henti. Beberapa hal kecil yang bisa dilihat misalnya;

A. Jika 1 orang jamaah membutuhkan 20 liter air bersih untuk standar minimal MCK di luar zam-zam, maka sehari Mekah memerlukan sekitar 20 liter x 4 juta orang = 80 juta liter air.

Bagaimana menyediakan 80 juta liter air setiap hari untuk keperluan MCK jamaah haji, padahal lembah Hijaz itu, tidak ada sumber air selain zam zam?! Sumber air bersih untuk kebutuhan MCK adalah Laut Merah, yang disuling, itupun harus dialirkan sejauh 60 km. Anda yang pernah haji atau umrah, pernahkah kesulitan mendapatkan air bersih? Atau pernahkah terdengar keluhan dari jamaah yang kekurangan air, atau tandon yang kosong, atau kran yang macet, … Tidak ada bukan?

B. Lalu bagaimana menyediakan 12 juta liter air zam-zam setiap hari untuk kebutuhan wudhu dan minum jamaah, belum lagi air zam-zam yang disediakan pemerintah Saudi untuk dibawa pulang secara gratis? Pernahkah terdengar ada jamaah yang mengeluh karena kehausan atau tidak kebagian air zam-zam?

C. Kita beralih ke soal sampah. Jika seorang jamaah menghasilkan sampah 20 gram saja sehari, berarti 20 gr x 4 juta = 80 juta gr = 8 ton sampah kering perhari yang harus dibersihkan dan disediakan tempat penampungan.

D. Selanjutnya masalah sanitasi.

Untuk bisa BAB, tentu butuh sarana dan prasarana. Sekarang, berapa kotoran padat dan cair manusia di Mekah yang harus dibersihkan? Jika seorang jamaah buang kotoran padat 5 gram dan ½ liter kotoran cair, tentu jumlahnya mencapai sekitar 20 ton kotoran padat dan 40 ton kotoran cair. Adakah jamaah mengeluh terkena penyakit akibat sanitasi yang mampet? Atau masalah MCK yang tidak beres? Hampir tidak kita jumpai bukan?
Mungkin Anda perlu tahu, pengelola Masjidil Haram setiap hari harus menumpahkan cairan desinfektan untuk mencegah pencemaran lingkungan. Tenaga kerja pembersih Masjidil Haram terbagi dalam 3 shift dan beberapa jenis pekerjaan. Singkatnya, ratusan tenaga pembersih harus dikerahkan setiap shift agar Masjidil Haram tetap bersih dan nyaman.

E. Mari kita hitung, jika seorang tenaga kerja dibayar 500 riyal saja per-bulan (ini angka kasar minimal), berapa juta riyal yang harus dikeluarkan untuk biaya tenaga kerja itu ? Adakah jamaah diminta untuk infak? Atau Anda pernah melihat ada kotak infak diletakkan area Masjidil Haram? Jutaan riyal dikeluarkan pengurus Masjidil Haram, sementara kita sepeser pun tak diminta iuran, dan kita nyinyir?

Satu lagi yang tidak bisa dihitung dengan uang secara instan, yaitu keamanan dan stabilitas di Mekah. Tanpa ini, anda tidak mungkin bisa berhaji atau berangkat umrah dengan aman dan nyaman.

Lima poin di atas hanya sekelumit penggambaran bagaimana kerja keras dan jerih payah Pemerintah Saudi Arabia selama ini. Yang belum disebutkan masih lebih banyak lagi.

Itu semua, semata-mata karunia dan rizki dari Allah Ta'ala. Manusia lemah dan tidak memiliki kekuatan apapun.

…………………………………….

Hanya orang-orang "tak tahu diri" sajalah yang maunya memojokkan dan menjatuhkan Saudi Arabia.

Memang, sejauh apapun upaya manusia pasti ada kekurangannya. Saran dan kritik harus diterima dengan sportif. Karena manusia memang tidak ada yang sempurna.

Namun, yang dilakukan Iran bukan semata-mata mengkritik, tapi hendak menjatuhkan yang didasari atas kedengkian dan kebencian.

Sementara para jama'ah haji korban luka benar-benar mendapat penanganan dan perawatan yang luar biasa di rumah sakit-rumah sakit Saudi Arabia, dengan tanpa biaya alias GRATIS. Termasuk yang diperlakukan demikian adalah korban luka dari jamaah haji Iran. Mereka benar-benar tidak menyangka Pemerintah Saudi Arabia benar-benar memberikan pelayanan luar biasa kepada jama'ah haji yang terluka tanpa membeda-bedakan siapa pun orangnya.

Yang mana di negeri mereka sendiri, di IRAN, mereka harus mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Mereka sangat heran, kenapa media-media Iran tidak ada yang mengekspos jasa dan kebaikan Arab Saudi yang sangat luar biasa ini.

5. Sebagaimana dikatakan oleh Menlu Saudi Arabia, Adel Jubair, bahwa tidak pantas bagi Syiah menggunakan musibah seperti ini sebagai ajang kepentingan politik.
Sepantasnya, Iran lebih bisa berpikir jernih dan menunggu hasil pemeriksaan.
"Kami tidak akan menutupi apapun dan menindak jika ada yang melakukan kesalahan."

Semoga Allah melindungi kaum muslimin dan negeri-negeri muslimin dari bahaya dan kejahatan kaum Syiah.
Semoga Allah melindungi dan menjaga Negeri Tauhid dan Sunnah.

••••••••••••••••••••••••••
Sumber : Majmu'ah Manhajul Anbiya
WhatsApp Al-Qur'an dan Hadits Indonesia

TENTANG KITA
Seindah Sunnah adalah Media dakwah yang berlandaskan dalil-dalil syar'i, baik bersumber dari Alqur'an dan Hadits Nabi Shalallahu alaihi wa salam, maupun dari perkataan para ulama Ahlu Sunnah wal Jamaah
Hubungi kami: SeindahSunnah@gmail.com
IKUTI KAMI
   
Beranda Bimbingan Islam Daftar Nasehat Majalah As Sunnah
© Menebar Dakwah Salaf Ahlus Sunnah Wal Jamaah

Negeri syam

*Ustadz Oemar Mita*

Ketika saya pernah menjadi orang yang di sana (syam), saya banyak mengambil hal-hal yang luar biasa dari orang syam. Ketika mengantar 2 orang dokter dari UGM untuk misi kemanusiaan, ke rumah sakit. Di sana kemudian, masyaAllah, saya mendapati betul apa yang dikatakan Nabi. Ternyata saya mendapati orang-orang yang luar biasa dalam iman itu salah satunya orang syam. Walaupun mereka dibodohkan selama puluhan tahun, tapi dengan adanya ini, barakah mereka. Mereka betul-betul kembali kepada agama Allah dan betul-betul luar biasa

=====

Anak-anak kecil ya ikhwan, umur 5-6 tahun, masyaAllah, itu kalua habis kita kasih permen, karena kita beli permen sebagai hadiah kecil untuk mereka, itu masyaAllah, mengucap alhamdulillah-nya luar biasa. Mereka kadang-kadang mengikuti kami ketika kami balik ke rumah sakit itu sambal mengatakan apa?

"Allahu yahfadkum, Allahu yahmiikum"…

tahu artinya? "semoga Allah menjagamu, semoga Allah merawatmu"…umur 5 tahun!

Kalau diucapkan anak umur 14 tahun ana maklum…ini 5 tahun-6 tahun, ucapannya sudah Allah dan Allah.

=====

Saya juga pernah mendapati, ada seorang ibu datang ke rumah sakit, kemudian di rumah sakit diperiksa oleh dokter, gula darahnya sampai menembus 600. Dia merasakan pusing di kepalanya, susah dan berat. Saya sampaikan, saya penerjemah. Dokternya bilang, "gampang ustadz, ini gulanya tinggi. Suruh jangan banyak makan, dikendalikan makannya"

Saya kemudian menerjemahkan ke ibu tadi, "jangan banyak makan ya ummi"

Ibu itu kemudian ngeliatin saya lama, dan berkata, "antum datang dari mana? Dari Indonesia ya?"

"iya"

"yang sama dokter-dokter, ya?"

"iya"

"antum berapa kali makan di sini?"

"sekali…kadang-kadang kalau ada rezeki dua kali"

Karena tidak pernah kami makan itu berkecukupan di sana. Sekali atau dua kali.

Kemudian ibu itu berkata,

"antum tahu kok, makan di sini susah…kok antum bisa ngomong ke saya supaya jangan banyak makan?"

Padahal saya Cuma penerjemah…saya mau ngomong "itu lho dokternya". Tapi kan masyaAllah, masa saya nyalahin dokter?

Saya kemudian bilang ke dokternya, "dok, diagnosa antum salah…ini kan kita jarang makan"

Dokter bilang, "oh iya ustadz, saya lupa"

Maka kemudian dokter ngomong lagi, "kalau gitu ustadz, kasih tau ke beliaunya, supaya jangan banyak pikiran"

Saya kemudian sampaikan apa adanya…saya sampaikan, "bu, jangan kemudia banyak mikir"

Ibu itu ngeliatin saya kembali, ikhwan…masyaAllah. Saya Cuma bisa diam, kemudian ibu itu bilang,

"saya itu punya 2 anak…yang satu diambil nusayri (rezim pemerintah) ketika habis pulang dari masjid, yang satu diambil di tengah jalan. Kalau hidup, hidup di mana, kalau mati, kuburannya di mana? Antum ngomong sama saya supaya saya jangan banyak mikir? Lha yang mikirin anak saya siapa?"

Coba! Ana itu diam! Nangis beliau, air mata itu jatuh…nagis sesenggukan. Hidup sebatang kara. Suaminya sudah meninggal terkena reruntuhan bangunan…susahnya luar biasa. Syukur kita ini diberikan oleh Allah banyak kemudahan dalam ketaatan di sini. Beliau nangis senangis-nangisnya…lalu kemudian antum tahu hal yang membuat saya takjub adalah, ketika di sela-sela dia menangis, tiba-tiba dia berucap,

"hasbiyAllah la illaha illAllah…"

Cep, berhenti, hapus air mata, hilang! Seakan-akan kemudian sebelumnya itu gak pernag nangis yang hebat. Saya Cuma khusnudzan, masyaAllah, luar biasa…kalau kita dulu di sana Cuma 1 bulan, pulang…kalau mereka sampai kapan? Gak akan pernah tahu batas akhirnya. Kalau bukan orang yang hebat, gak mungkin Allah akan timpakan ujian yang sedemikian hebatnya.

=====

Sebagaimana salah satu yang pernah saya alami juga, kami mau shalat, maghrib dan isya, karena saat itu kami akan memberikan bantuan, yaitu obat-obatan dan makanan, maka kami hendak menjamak shalat. Ada orang di sana mengambil madzhab, bahwasanya jamak itu gak boleh kecuali dalam keadaan perang. Merujuk kepada pendapat ibunda Aisyah r.a. Maka kemudian ketika habis shalat maghrib, saya ngimamin, selesai. Lalu kemudian saya berdiri, ada yang iqamah. Orang tadi langsug gak suka,

"ini mau ngapain ini?"

"shalat isya"

"lho, gak boleh…kita dalam keadaan tidak ada serangan. Kalau ada serangan baru dijamak. Kalau gak ada serangan, gak boleh dijamak"

Saya tahu itu salah satu pendapat fiqih. Tapi kemudian saat itu kami betul-betul memerlukan untuk shalat, kemudian beliau itu narik-narik tangan saya dan tidak membuiarkan saya untuk takbiratul ihram. Saya bilang,

"pak, saya mau shalat"

"gak boleh, nanti shalat isya-nya"

Akhirnya kemudian salah satu dokter berkata,

"ustadz, tolong sampaikan ke beliau, nanti deh dijelaskan habis shalat"

Akhirnya kemudian saya sampaikan, "nanti ya pak habis shalat saya terangin"…nah, baru dilepaskan. Akhirnya kami shalat. Ketika shalat itu, dia duduk di samping saya, menunggu jawaban, gak kemudia pergi ke mana-mana. Selesai shalat, langsung dia tanya,

"mana dalilnya, antum melaksanakan jamak dengan isya!?"

Saya sampaikan dalil, satu, dua, tiga dalil kepada beliau. Tapi tiba-tiba beliau bangkit pergi dari duduknya, ke belakang, ngambilkan teh dingin di sebuah gelas kecil. Kemudian balik ke saya, padahal saat itu saya belum selesai.

Kemudian kan saya bingung, ini setuju pendapat saya atau enggak?

Kemudian saya ngomong ke bapak itu, "pak, bapak gimana yang tadi saya sampaikan? Bapak sudah paham atau belum, setuju atau tidak?"

Kemudian bapak itu malah ngeliatin saya dan berkata,

"masyaAllah! Antum kalau sudah menyebutkan nama Rasul, ya tidak ada pilihan lagi bagi saya selain tunduk dan patuh…sudah selesai. Antum yang salah nanya ke saya…antum sudah nyebutin dalil kok masih nanya ke saya setuju atau tidak setuju? Salah pertanyaan antum!"

masyaAllah ikhwan, diam saya…bahkan kemudian beliau ngomong,

"ini kalau saya punya hadiah yang lebih baik daripada teh dingin ini…saya kasih"

=====

Kenapa bisa ada kekuatan sehebat itu? Kalau antum melihat orang yang salih, sabar, selalu taat kepada Allah, Allah yang membantu mereka…kita, kalau kemudian melihat diri kita baru diuji sebentar saja gak kuat, sering jatuh terperosok…baru diuji sedikit saja jadi tidak taat…kita patut untuk muhasabah di hadapan Rabb yang kita sembah...

Friday, December 16, 2016

Natal Memangnya Hari Raya Siapa?

NATAL EMANGNYA HARI RAYA SIAPA?

Tahu tidak maksud perayaan natal?
Natal itu memperingati kelahiran anak Tuhan. Menyatakan Allah memiliki anak, sungguh pernyataan yang kufur.

Allah Ta'ala berfirman,

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا (88) لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا (89) تَكَادُ السَّمَوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا (90) أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا (91) وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا (92)

"Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak." Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menda'wakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak." (QS. Maryam: 88-92)

Jika natal itu memperingati kelahiran Yesus, berarti Natal itu memperingati kelahiran anak Tuhan. Itu berarti seorang muslim yang mengucapkan selamat natal pada teman atau rekan kerjanya sama saja mengucapkan, "Selamat atas kelahiran anak Tuhan."

Ingin tahu balasan lengkapnya milikilah segera buku saku berikut:

Judul: Natal, Hari Raya Siapa
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Ukuran: buku saku
Jumlah halaman: 132
Harga: Rp.12.000,- (dua belas ribu rupiah)

Segera order!
Hubungi 085200171222 (SMS/ WA)
Buku natal# Nama lengkap# Alamat # No. Hp# Jumlah buku

Info selengkapnya baca di sini : https://rumaysho.com/15009-natal-emangnya-hari-raya-siapa.html

BELI BANYAK AKAN DAPAT DISKON ...

Share yuk ...

Kaos Kaki Bolong

Mutiara Hikmah

*KAOS KAKI BOLONG*

Kisah inspiratif dari seorang ayah yg terkenal dan kaya raya  sedang sakit parah.
Menjelang ajal menjemput, dikumpulkanlah anak2nya.

Beliau berwasiat:
_Anak2ku, jika Ayah sudah dipanggil Allah Yang Maha Kuasa, ada permintaan Ayah kepada kalian_

_*" Tolong dipakaikan kaos kaki kesayangan Ayah walaupun kaos kaki itu sudah bolong, Ayah ingin memakai barang kesayangan yg penuh kenangan semasa merintis usaha di perusahaan Ayah dan minta tolong kenangan kaos kaki itu dikenakan bila Ayah dikubur nanti."*_

Akhirnya sang ayah wafat.
Ketika mengurus jenazah dan saat akan dikafani, anak2nya minta ke ustadz agar almarhum diperkenankan memakai kaos kaki yang robek itu sesuai wasiat ayahnya.

Akan tetapi sang ustadz menolaknya.
_*" Maaf secara syariat hanya 2 lembar kain putih saja yang di perbolehkan dikenakan kepada mayat."*

Maka terjadilah perdebatan antara anak2 yang ingin memakaikan kaos kaki robek dan pak ustadz yang melarangnya

Karena tidak ada titik temu, dipanggilah penasihat sekaligus Notaris keluarga tersebut.

Sang notaris menyampaikan Surat Wasiat, ayo kita baca bersama sama siapa tahu ada petunjuk".

Maka dibukalah Surat Wasiat almarhum untuk anak2nya yang dititipkan kepada Notaris tersebut.

Ini bunyinya:
_*"Anak2ku, pasti sekarang kalian sedang bingung, karena dilarang memakaikan kaos kaki bolong kepada jenazah ayah".*

_*" Lihatlah anak2ku, padahal harta ayah sangat banyak, uang, beberapa mobil, tanah, kebun dan sawah, rumah mewah, tetapi tidak ada artinya ketika ayah sudah meninggal dunia".*
_*" Bahkan kaos kaki bolong saja tidak boleh dibawa mati."*
*_Begitu tidak berartinya harta dunia, kecuali iman dan amal kebaikan kita"._*

Anak2ku inilah yang ingin ayah sampaikan agar kalian tidak tertipu dengan dunia yang hanya sementara.

*Pada akhirnya teman sejati kita hanyalah Iman dan Amal  Shalih.*

_" Salam sayang dari ayah yang ingin kalian menjadikan dunia sebagai jalan menuju Ridlα Allah SWT"._

Marilah ini sebagai renungan bagi kita semua.

*_Orang tua tidak takut miskin memberi nafkah pada anaknya saat membesarkan mereka._*
*_Tapi banyak anak sering takut kekurangan saat menanggung orang tuanya dimasa tuanya_*

_Lihat diri kita saat ini,_
_Sehebat apapun,_
_Suksespun setinggi langit,_
_tapi tanpa doa, restu orang tua yang membesarkan kita_
_maka tidak akan ada ketenangan, keberkahan dan kebahagiaan dalam hidup._

_Uang bisa dicari,_
_ilmu bisa digali_
_jabatan bisa kita raih_
_tapi kesempatan untuk mengasihi orang tua takkan terulang kembali._

_Satu ibu,_
_bisa merawat tujuh anaknya_
_tapi tujuh orang anak belum tentu bisa membahagiakan_
_satu orang ibu._

_Satu ayah,_
_bisa menghidupi tujuh anaknya_
_tapi tujuh orang anak belum  tentu dapat menghidupi_
_satu orang ayah._

_Sesekali tengoklah orang tuamu,_
_tatap wajahnya ketika ia terlelap tidur_
_lihat kerutan di wajahnya,_
_lihat rambutnya yang kini mulai memutih,_
_lihat badannya,_ _yang dulu tegap kini mulai membungkuk,_
_semua telah berubah termakan waktu tapi tidak dengan kasih sayangnya..._

_Sudahkah kita membuatnya bahagia hari ini?_
_Sudahkah kita membuatnya bangga hari ini?_
_Sudahkah kita membuatnya tersenyum hari ini?_

_Tidak akan ada jasa yang mampu kita balas,_
_Tidak akan ada kebaikan yang mampu kita balas,_
_semua begitu banyak, begitu tulus._

_Yaa Allah Tuhanku_
_Hadiahkanlah Kebahagiaan untuk kedua orangtua kami atas segala pengorbanan dan kasih sayang yang telah mereka berikan kepada kami._

_Maafkan ..._
_Ampuni ..._

_Terimakasih ......_
_Aku Mencintaimu Ayah, Ibu..._
_Kasihmu takkan pernah terganti_   
_Perlakukanlah orang tua mu seperti raja, maka hidupmu akan seperti raja._
*_Do'a....do'a...do'a.....hadiah terbaik untuk orang yang diberi amanah Allah.....ibu yang melahirkan dan ayah yang menafkahi kita_*
Rabbana Taqabbal Minna.
Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami)... Aamiin Ya Robb.

lSemoga Bermanfaat untuk kita semua...Barokallohu fikum.

Hukuman yang tidak terasa

HUKUMAN YANG TIDAK TERASA*

Seorang murid mengadu kepada gurunya:
_"Ustadz, betapa banyak kita berdosa kepada Allah dan tidak menunaikan hakNya sebagaimana mestinya, tapi saya kok tidak melihat Allah menghukum kita"_.

Sang Guru menjawab dengan tenang:
_"Betapa sering Allah menghukummu tapi engkau tidak terasa"_.

_"Sesungguhnya salah satu hukuman Allah yang terbesar yang bisa menimpamu wahai anakku, ialah: *Sedikitnya taufiq*  (kemudahan) untuk mengamalkan ketaatan dan amal amal kebaikan"_.

Tidaklah seseorang diuji dengan musibah yang lebih besar dari *"kekerasan hatinya dan kematian hatinya"*.

Sebagai contoh:
Sadarkah engkau, bahwa Allah telah *mencabut darimu rasa bahagia dan senang* dengan munajat kepadaNya, merendahkan diri kepadaNya, menyungkurkan diri di hadapanNya..?

Sadarkah engkau *tidak diberikan rasa khusyu'* dalam shalat..?

Sadarkah engkau, bahwa beberapa hari2 mu telah berlalu dari hidupmu, tanpa membaca Al-Qur'an, padahal engkau mengetahui firman Allah:
_"Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini ke gunung, niscaya engkau melihatnya tunduk, retak, karena takut kepada Allah"_.

Tapi engkau tidak tersentuh dengan Ayat Ayat Al-Qur'an, seakan engkau tidak mendengarnya...

Sadarkah engkau, telah berlalu beberapa malam yang panjang sedang engkau tidak melakukan Qiyamullail di hadapan Allah, walaupun terkadang engkau begadang...

Sadarkah engkau, bahwa telah berlalu atasmu musim musim kebaikan seperti: Ramadhan.. Enam hari di bulan Syawwal.. Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dst.. tapi engkau belum diberi taufiq untuk memanfaatkannya sebagaimana mestinya..??

Hukuman apa lagi yang lebih berat dari itu..???
Tidakkah engkau merasakan beratnya mengamalkan banyak ketaatan (amal ibadah)..???

Tidakkah Allah menahan lidahmu untuk berdzikir, beristighfar dan berdo'a kepadanya..???

Tidakkah terkadang engkau merasakan bahwa engkau lemah di hadapan hawa nafsu..???

Hukuman apa lagi yang lebih berat dari semua ini..???

Sadarkah engkau, yang mudah bagimu berghibah, mengadu domba, berdusta, memandang ke yang haram..???

Sadarkah engkau, bahwa Allah membuatmu lupa kepada Akhirat, lalu Allah menjadikan dunia sebagai perhatian terbesarmu dan ilmu tertinggi..???

Semua *bentuk pembiaran* ini dengan berbagai bentuknya ini, hanyalah beberapa bentuk hukuman Allah kepadamu, sedang engkau menyadarinya, atau tidak menyadarinya...

Waspadalah wahai anakku, agar engkau tidak terjatuh ke dalam dosa dosa dan meninggalkan kewajiban kewajiban.

Karena *hukuman yang paling ringan* dari Allah terhadap hambaNya ialah:
_*"Hukuman yang terasa"* pada harta, atau anak, atau kesehatan._

Sesungguhnya *hukuman terberat* ialah: _*"Hukuman yang tidak terasa"*_ pada kematian hati, lalu ia tidak merasakan nikmatnya ketaatan, dan tidak merasakan sakitnya dosa._

Karena itu wahai anakku, *Perbanyaklah di sela sela harimu, amalan taubat dan istighfar, semoga Allah menghidupkan hatimu...*

(Diterjemahkan dari Taushiyah Syaikh Abdullah Al-'Aidan di Masjidil Haram pada 22 Rajab 1437)

SETIAP DETIK YANG BERLALU AKAN DITANYA

*📚 SETIAP DETIK YANG BERLALU AKAN DITANYA*

✍Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah MA حفظه الله تعالى

_Akhi ukhti_,

Betapa nikmatnya menyeruput secangkir teh hangat di pagi hari yang sejuk.

Betapa lezatnya menikmati suguhan es teler di tengah panasnya terik mentari yang menyegat.

Betapa indahnya duduk di sebuah taman yang indah bersama orang-orang yang dicintai.

Namun semua kenikmatan itu akan terputus…

Akan sirna dan lenyap…

Berganti dengan azab Allah dan siksanya bila ternyata kita terlena selama berada di dunia.

Tersilaukan dengan kenikmatan sementara sehingga lupa…

Bahwa setiap detik yang berlalu akan ditanya.

Mereka yang tidak lulus dalam menjawab soal-soal tersebut…

Maka tiada lagi senyum yang menghias di bibir…

Tiada lagi secangkir teh hangat…

Atau semangkuk es teler…

Yang ada hanyalah siksaan dan siksaan…

Tiada pernah berhenti sejenakpun…

Pernahkah kau melihat ikan goreng yang telah mengelupas kulitnya ?

Bagaimana kiranya bila wajahmu yang digoreng ??

Tengoklah rintihan penghuni neraka…

وَنَادَى أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ (٥٠)

*_"Dan penghuni neraka menyeru penghuni syurga :* *_"Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu."_*
*Mereka (penghuni surga) menjawab :* *_"Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir."_* ( Al-A'raf 50)

Bahkan karena pedihnya siksaan yang diterima, mereka minta mati…

Iya mereka minta mati…

Mereka menyeru MALIK penjaga neraka…

*"Mereka berseru : _"Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja"_. Dia menjawab: _"Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).."_*(Qs. Az-Zukhruf 77)

Tiada kematian di sana….

_Akhi ukhti…_

Sebelum nasi menjadi bubur…

Saatnya mengoreksi diri…

Setiap kau meneguk air…

Tanyakan pada dirimu apakah kelak aku akan meneguknya di akhirat ?

Atau….

_YAA ALLAH MASUKKAN HAMBA KE SYURGAMU…_

_DAN JAUHKAN HAMBA DARI NERAKAMU…_

_AMIEN…_

📝Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah MA حفظه الله تعالى

– – – – – •(*)•- – – – –

🌐Sumber : BBG Al-ilmuCom

📶 S I L A H K A N    D I S H A®E

______________________
🌐 S H A R E D   B Y °°

```WhatsApp Jember Mengaji```

<<< ©O N T A C    A D M I N >>>

♻I K H W A N ••
081997896633 / 087857969846
♻A K H W A T••
08179673019  /  082233841767 cc : Ummu Zehan

Just link

https://www.dropbox.com/s/clrsjyqlksiowle/contoh%20penjelasan%20skema%20jual%20beli%20properti%20syariah.docx?dl=1